Angin Segar Dari Kota Tua

 

Bagi anda pemerhati situs situs bersejarah, silahkan berbahagia menyanyikan lagu pujian dan mengacungkan jempol kekaguman kepada pemerintah, dalam hal ini pemerintah DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Pasalnya, pemerintah melalui dinas terkait mulai memberikan perhatian khusus pada kekayaan sejarah negeri ini di antaranya dengan membenahi dan mengintesifkan pengelolaan kawasan kota tua yang selama ini terkesan kurang terawat dan urung terur. Selama ini Pemerintah sendiiri dinilai mati suri terkait pengelolaan kota tua yang  dianggap remeh sehingga terlupakan. Padahal keberadaanya adalah bukti nyata dan saksi yang hidup akan perjalanan sejarah bangsa indoensia. Keberadaanya menjadi pembuktian hidup kepada dunia. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah Indoensia khususnya pemerintah DKI mencanangkan beberapa proggram diantaranya: meningkatakn kegiatan promosi kepada dunia, merenovasi, pengadaan fasilitas yang dianggap perlu, giat membuat booklet dan membagikanya secara gratis kepada setiap wisatawan baik manca mapun lokal.
“Program program itu diharapkan akan menjadi media yang pas untuk memberikan edukasi kepada masarakat luas sebagai penambah wawasan bagi hayalak agar tidak lupa sejarah bangsanya.” Kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta Novriadi S Husodo saat ditemui media ini di kantornya, Rabu, (5/10/2016)                                        “ini merupakan bentuk upaya pemerintah melawan lupa.” Tambahnya. Selama ini pengelolaan kawasan kota tua memang belum maksimal, tegas beliau. Menurutnya, pemerintah Indoensia memliki sedikit kesadaran akan kekayaan situs-situs bersejarah negrinya. Kalau pemerintahnya tiidak memberikan perhatian khusus dan kesadaran yang cukup akan situs situs ini, bagaimana mungkin bisa menanamkan nilai edukatif kepada generasi muda khususnya dna masyarakat umumnya. Sehingga program program ini, bertujuan untuk memberikan informasi dan nilai edukatif kepada bangsa ini dan dunia secara luas.

Kota Tua dalam benak orang indonesia                                                                                                              Siapa yang tidak kenal dengan kota Tua? Di kalangan masyarakat pedesaan atau minor di pelosok negeri, nama kota Tua memang jarang terlintas dalam benak mereka pun mendengar kata “Kota Tua” adalah sesuatu yang melahirkan pensaran sekaligus tanda tanya besar. Namun, bagi masyrakat Jakarta , Kota Tua bukan sesuatu yang asing. Bahkah bila ditanya setiap warga jakarta, mereka bisa dengan gamblang mendeskripsikan secara terperinci Kota Tua dan bagian bagian yang menjadi kawasan kota tua ini. hal tersebut penulis buktikan dengan menanyakan beberapa rspondent yang sedag  menunggu KRL di stasiun Manggarai. Penulis berpura pura tidak mengenal dan tahu kota tua ini sebelumnya lantaran baru saja hijrah dari kampung, sehingga dalam pertanyaan terkesan polos dan kurious.                                                                                 “ Mas naik kereta jurusan Jakarta Kota. Lalu mas naik Kopadja ke arah kota Tua. Bisa jalan kaki aja. Cuman berapa menit koq` “dengan terperinci dan sabar wanita yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus pengusaha rumahan itu menjelaskan.                                                                                                                                                         “Di kawasan kota tua itu, ada beberapa tempat yang penting mas. Misalnya museum Fatahilah, Museun Keramik dan seni rupa, musesum wayang dan masih banyak lagi deh” jelas perempuan yang sedang mendalami seni dan sastra di Universitas Indonesia.                                                             “mas datang aja deh ke sana. Yakin mas pasti senang banget” tambahnya mempromosikan

Pendirian Kota Tua                                                                                                                                                               Kawasan kota tua adalah sebuah situs bersejarah peninggalan tersisa kehadiran para penjajajah zaman saban. Kota tua didirikan oleh Fatahilah pada tahun 234 kemudian pada tahun 453 diambil alih oleh Gubernur VOC untuk dijadikan kantor  pusat pemerintahan hindia belanda selama menduduki indonesia. Kota tua terdiri dari bebraapa kawasan.

 

Bersambung….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: