Mgr. Paskalis Mengunjungi Panti Rehabilitasi Narkoba Kedhaton Parahita

Penyambutan dengan menyematkan selendang khas Manggarai 

Jakarta–Flores24Hours.com–Panti Rehabilitati Narkoba Kedhaton Parahita, kali ini kedatangan tamu istimewa yakni Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Rabu (03/08) 2016 untuk memimpin perayaan Ekaristi kudus bersama para resident dan segenap staff Panti Rehabilitasi Narkoba Kedhaton Parahita.

“Kehadiran Mgr.Paskalis  ke Kedhaton menjadi sesuatu yang sangat istimewa karena  ini pertama kalinya tempat ini dikunjungi oleh pribadi tertabis sebagai pemimpin gereja yang mengepalai seleuruh Gereja di Keuskupan Bogor”  demikian Rm.Edo MSC menyampaikan kesannya atas kunjungan Mgr. Paskalis sesaat sebelum kunjungan berlangsung.  Rm. Edo, MSC ditugaskan di Kedhaton Parahita untuk pendampingan spiritual bagi segenap Resident dan membantu mengawasi pekerjaan bagian media.

Karenanya, kehadiran Mgr. Paskalis di Kedhaton Parahita disambut antusias oleh segenap penghuni panti sebab memberikan semangat baru lantaran selain kunjungan ini merupakan sebuah kunjungan pastoral dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja-Gereja keuskupan Bogor, juga merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Gereja terhadap rangkain masalah-masalah serius bangsa ini—salah satunya adalah  masalah narkoba yang telah menghantar Negri ini pada  status darurat narkoba—yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi tidak lama ini. Dampaknya pun tidak hanya anak-anak muda tetapi juga institusi-institusi pemerintah dan swasta.

Sebelum misa berlangsung, usai penyambutan dengan menyematkan selembar selendang khas Manggarai, tempat sang Uskup berasal, Mgr. Paskalis bersama beberapa staff Kedhaton Parahita diarahkan menuju Conference Hall untuk mendengarkan pemaparan singkat tentang Kedhaton Parahita yang dibawakan oleh Head Program, Bro. Edi Wanda.

IMG_4321

Mgr. Paskalis bersama Rm. Somar, (Pendiri), Sharif Hamid (Clinical Supervisor) dan Rm. Edo Besembun, MSC (Pendamping Spiritual) Kedhaton Parahita 

“Tahun 1998 Rm. Lambertus Somar, MSC mendirikan Yayasan Kasih Mulia yang dalam visi dan misinya mendedikasikan dirinya untuk pelayanan pemulihan bagi para pecandu narkoba sehingga pada 1999 berdirilah Kedhaton Parahita dan pada tahun 2005, mendapat pengakuan resmi secara nasional dari President Susilo Bambang Yudhoyono dengan meresmikan Kedhaton Parahita  sebagai salah satu Panti rehabilitasi narkoba di Indonesia dan dunia secara umum. ” Demikian pemaparannya

“Kedhaton Parahita sudah menjadi Member of World Federation Therepeutic Community dan Asian Therapeutic Community—dan adalah yang terbaik di Asia Tenggara. Dalam penerapan program recovery-nya, Kedhaton Parahita mendasarkan programnya dengan  family milleou concept. Semenjak berdirinya, Panti ini telah menerima dan membina Resident dari berbagai belahan dunia.” Tambannya.

Kedatangan uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno syukur OMF di Kedhaton Parahita memang sengaja untuk merayakan Ekaristi  bersama Resident(penghuni)panti serta segenap staff sebagai bagian dari kunjungan pastoralnya.

IMG_4478

Mgr. Paskalis memimpin Ekaristi

Misa dipimpin oleh Mgr. Paskalis sebagai Celebrant Utama serta dibantu pula oleh imam-imam yang hadir pada kesempatan itu sebagai konselebrant di antaranya: Rm. Andreas Gunawan, MSC superior MSC Indoensia, Rm. Lambertus Somar, MSC., Rm, Eduardus Besembun, MSC yang ditugaskan sebagai pendamping spiritual di Kedhaton parahita serta Rm. Jean Fandemare, MSC.

Dalam Kotbahnya, Uskup menyampaikan sebuah catatan penting akan perlu dibangunnya sebuah kesadaran iman akan Tuhan dan kepercayaan kepada sesama. Bahwasanya, Tuhan menyatakan dirinya lewat sesama. Dia hadir dalam pribadi-pribadi yang diutus-Nya unutk membantu saudara-saudara yang membutuhkan bantuan.

”Tapi hukum satu: kita harus mau dibantu, ditolong dan dibimbing oleh sesama. Sebab cinta terhadap Allah yang tidak kelihatan itu terwujud pada cinta kepada sesama. Demikian sebaliknya, Cinta dari Allah yang tak kelihatan itu menjadi kelihatan melalui perbuatan cinta kasih dari sesama. Allah memakai sesama untuk menyatakan kasih-Nya yang nyata kepada umat manusia. Dan tempat ini, Kedhaton Parahita yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Istana Cinta Kasih, tidak lain adalah sebuah upaya Allah untuk menyembuhkan umatnya melalui doa dari sesama“.

“bercermin pada iman seorang perempuan Kanaan yang dikisahkan oleh Injil Matius (15.21-28), oleh imannya yang besar dia berhasil menggugah hati Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Saya kira, Istana cinta kasih ini dibangun atas dasar iman yang sama. Maka saya mengajak segenap saudara yang kehadirannya di tempat ini dijerumuskan ataupun atas kemauan sendiri, bersedialah dibimbing, dibantu dan ditolong oleh sesama.“ Sang Gembala menambahkan.

 “Bahagia sekali rasanya, bisa merayakan Misa Ekaristi bersama Mgr. Paskalis. Saya juga didoakan oleh bapak uskup.” Kesan salah satu Resident

Setelah memimpin perayaan ekaristi, Uskup menyantap makan siang bersama resident dan segenap staff. Selanjutnya, uskup menyempatkan diri memberkati resident dan staff yang meminta diberkati.  Kemudian, Head Program mengarahkan Yang Mulia mengelilingi beberapa lokasi dalam facility.


Text by Rickardo Sambulawa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: