Ini Langkah Strategis SBY Patahkan Jokowi Pada Capres 2019

Agus Harimurti Yudhoyono usai mencoblos di TPS 6 RT 3/RW 3, Jalan Cibeber I, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017)

JAKARTA, Flores24Hours.com – Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 7-9 Mei 2017, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono, tampil dominan.

Padahal Agus sampai sekarang belum berstatus sebagai kader partai. Dominannya kehadiran Agus dapat dirasakan sejak rangkaian Rakernas Partai Demokrat dibuka dengan acara jalan sehat di Lapangan Sangkareang, Mataram, NTB, Minggu (7/5/2017).

Seperti biasa, kaum hawa yang selalu histeris dengan kehadiran Agus. Mereka berteriak dan berusaha untuk menyalami Agus.

Sepanjang perjalanan dari Lapangan Sangkareang menuju Lapangan Bumigora sebagai perhentian terakhir, Agus pun tak lepas dari kerumunan warga yang hendak menyalaminya.

Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca Panjaitan, mengaku kedatangan Agus ke NTB bukanlah kali pertama. Putra sulung Presiden keenam RI itu telah mengunjungi NTB dalam tur ke daerah bersama partai.

April lalu, Agus telah mengunjungi Kepulauan Riau, provinsi yang dimenangkan oleh Partai Demokrat dalam pilkada 2015.

“Di sana antusiasme masyarakat menerima beliau (Agus) tinggi. Baru angkat tangan sedikit saja histerisnya minta ampun. Kau lihat sendirilah, seperti di sini (Mataram),” ujar Hinca kepada Kompas.com, Senin (8/5/2017).

“Orang mengiranya dia hanya bisa begitu di Jakarta. Di daerah juga ternyata antusiasme masyarakat menyambut dia sangat besar,” kata dia.

Kunjungan Agus ke daerah berlanjut ke NTB, provinsi yang juga dimenangkan Demokrat dalam pilkada 2013 lalu. Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat di provinsi tersebut.

Agus bahkan didapuk untuk menyampaikan presentasi pada malam sebelum Rakernas dibuka. Malam itu Agus yang bukan kader Demokrat justru menyampaikan presentasi terkait kebangsaan di hadapan seluruh pengurus Demokrat dari tingkat pusat hingga daerah.

Hinca menambahkan, antusiasme seluruh kader Partai Demokrat juga besar dalam menyambut kehadiran Agus sebagai seorang pemimpin.

Nama Agus kembali dielu-elukan saat SBY menyatakan partainya bakal mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri di pemilu 2019. Namun, SBY mengatakan calonnya belum disiapkan dan bisa dari internal maupun eksternal Demokrat.

(Baca: SBY: Pilpres 2019, Demokrat Usung Pasangan Capres dan Cawapres)

Saat Hinca ditanyai apakah tur keliling daerah yang dilakukan Partai Demokrat dengan menyertakan Agus sebagai upaya mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya untuk diusung sebagai capres di pemilu 2019, Hinca tak membenarkan namun juga tak menampik.

Ia mengatakan, Agus menginginkan untuk berperan serta membawa perubahan di Indonesia dan tur keliling daerah ini merupakan bagia dari kerja politik yang harus dilakukan sebelum membawa perubahan.

“Beliau punya pengalaman September sampai Februari di (Pilkada) DKI, cepat sekali. Tapi juga cepat sekali melahirkan dia sebagai orang yang dikenal. Bahkan di daerah juga seperti di Kepulauan Riau dan kamu lihat sendiri di NTB, antusiasme masyarakat tinggi sekali kan,” kata Hinca.

(Baca: Jika “Presidential Threshold” 0 Persen, Demokrat Berpotensi Usung AHY)

Alternatif

Ia menambahkan, saat ini Indonesia membutuhkan alternatif pemimpin baru di kancah politik. Menurut dia, jika nanti yang maju pada pemilu 2019 hanya Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, rakyat tak mendapat alternatif baru.

Karena itu, Hinca menilai, Agus memenuhi dua syarat seseorang bisa menjadi pemimpin yakni merupakan sosok yang tepat dan muncul di momen yang tepat pula.

“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Masa ini (usia) kepala 3 dan 4 (usia 30-an dan 40-an)-lah yang punya masa,” tutur Hinca.

Ia bahkan tak menampik bila ada penerimaan positif dari internal Demokrat untuk menerima kehadiran Agus sebagai pemimpin.

“Kami merasakan ada gairah yang kuat sekali menerima beliau. Kalau kami ukur dulu 17 persen suara di DKI. Kalau kemudian keliling ke daerah dan dia bisa mengangkatnya ya bagus,” ujar Hinca.

“Tentu setiap kompetisi di depannya harus diikuti semuanya. Yang bisa dikuti ya diikuti,” sambung Hinca.

Terlebih, Hinca menyatakan, partainya terus memantau pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu di DPR, terutama pada isu presidential threshold (PT).

Sebab, menurut Hinca, PT sangat krusial dalam memengaruhi peta politik pencapresan di pemilu 2019. Ia merasa saat ini di DPR lebih banyak partai yang menginginkan PT sebesar 0 persen.

Ia menyatakan Demokrat siap bila harus mengusung capres sendiri jika PT ditiadakan. Hinca menambahkan sangat disayangkan bila Demokrat harus berkoalisi mengusung capres dari partai lain.

Karena, dengan demikian, nama Demokrat tak ikut terkatrol, sebab capres yang diusung tak ada keterkaitan dengan Demokrat.

Aroma wacana pencapresan Agus Yudhoyono semakin terasa dari pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat, Roy Suryo.

Menurut Roy, Agus Yudhoyono tidak akan maju pada Pilkada Jawa Timur atau pada pilkada daerah lain pada 2018.

“Nah pertanyaan menarik karena ada Agus Harimurti di sini. Apakah Agus diusung untuk pilkada? Jawaban dari pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat) tegas, tidak. Ada tugas yang lebih besar untuk mas AHY,” kata Roy ditemui di Mataram, Minggu (7/5/2017). RDJ

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: