Istana Ular Nasibmu Kini

Related image

 

 

Semenjak destinasi wiasata Mabar kian mengudara, sejumlah pertanyaan baru lantas membuntut. Salah satu pertanyaan yang hemat saya mesti diuraikan adalah tempat wisata seperti apa saja yang ada di Mabar?

Related image

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mengacu pada beberapa tempat wisata di sekitar kota Labuan Bajo, semisal Taman wisata Komodo, Pink Beach, Kelor Beach dan sejumlah tempat-tempat lainya yang telah mendunia tentu saja penting.

Tetapi jauh lebih penting jika kita tidak menutup mata terhadap potensi pariwisata di bumi Manggarai Barat dengan mengakomodir dan mengafirmasi keberadaan tempat-tempat wisata di Mabar, terutama di daerah-daerah terpencil.

Related image

Dalam usaha ke arah sana, tentu masih segar dalam ingatan kita terkait penemuan Istana/ Gua Ular oleh sekelompok masyarakat – tepatnya, di daerah perkebunan milik masyarakat Kampung Weto, Kecamatan Welak beberapa tahun lalu.
Penemuan Istana Ular ini pada mulanya menjadi sebuah pemberitaan yang kian” seksi” lantaran telah memantik perhatian masyarakat Indonesia, dan tidak terkecuali orang-orang asing.

Image result for istana ular manggarai barat

Waktu SD misalnya, penulis sempat menyaksikan para turis yang datang mengunjungi tempat wisata tersebut, singgah sebentar di pemukiman warga sekadar menikmati sajian khas masyarakat setempat. Juga masih terlintas dalam ingatan penulis nasib tragis seorang warga asing yang digigit ular berbisa di tempat tersebut.

Tidaksebatasitu, di bangku SMA dulu, penulis dan teman-teman yang seasal (Orong-Welak), dalam nada candaanseringkalidiasosiasikanmemilikigerak-laku yang lincahsepertiular-samahalnya orang Mabar–oleh orang luardibaptisberkarakterseperti ” komodo” yakni langkah, unik dan ganas.

Kesemuanya hanya mau menunjukkan betapa waktu itu destinasi wisata ini mendapat perhatian penuh. Ia menjadi pusat perhatian, sekaligus topik pembicaraan di kalangan masyarakat.

Image result for istana ular manggarai barat

Namun, akhir-akhir ini Gua Ular yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Mabar, dan masyarakat welak khususnya- sepi peminat. Mengapa? Jika problemya adalah tempat tersebut tidak menarik, tentu tidak. Sebab, sudah ada pembangunan awal berupa pembukaan jalan menuju tempat tersebut ditambah pembangunan sebuah gedung kosong yang sampai sekarang dipenuhi sarang laba-laba?

Pembangunan yang sudah ada ini tentu didasarkan pada sebuah kajian mendalam dari berbagai aspek terutama dari sektor pariwisata sendiri. Jika tidak, untuk apa kita membangun sesuatu di tempat tersebut?

Sampai di sini kita mesti bertanya, masih adakah Gua Ular itu? Jika iya, apa tugas kita menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata baru yang mendunia; yang berpengaruh dan mendongkrak kelesuan ekonomi masyarakat setempat?



Contributor     : Rian Agung

Editor               : Rikard Djegadut

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s