Kata ‘Dureng’, Istilah Bahasa Manggarai Yang Masuk Kamus Bahasa Indonesia

DURENG berarti musim hujan yang terus-menerus dan berlangsung lama. Kata ini sudah masuk dalam KBBI V, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima, dan sempat dipublikasikan oleh Kantor Bahasa NTT melalui rubrik Ihani (Istilah Hari Ini) edisi 13 Januari 2018 melalui media sosial.

Dengan demikian, kata ini boleh digunakan dalam bahasa Indonesia. Contoh, Selama musim dureng, air pada sumur-sumur warga kota Kupang dan sekitarnya meluber'. Kalimat yang biasa digunakan selama iniSelama musim hujan, air pada sumur-sumur warga kota Kupang dan sekitarnya meluber’.

Konstruksi istilah musim hujan' amat dipengaruhi oleh format bahasa Inggriswet season’ atau rainy season'. Bahasa Indonesia lebih memilihrainy season’ dan bukan wet season'. Aneh rasanya bila dipadankan denganmusim basah’ sebagai lawan dari musim kering (dry season).

Masuknya kata dureng merupakan penciptaan kata baru dalam Bahasa Indonesia sebagai terjemahan ungkapan musim hujan' dari frasa rainy season. Di sini kata dureng akan berlawanan (antonim) dengan katakemarau’. Kata kemarau memang kata dalam Bahasa Indonesia.

Namun, dalam Bahasa Manggarai juga ada kata yang berarti kemarau yaitu walis'. Karena itu ungkapandu dureng’ dan `du walis’, waktu musim dureng (musm hujan) dan waktu musim kemarau sering muncul dalam percakapan sehari-hari.

Pasangan kata dureng dan kemarau terbentuk dari kata asli yang dipadankan dengan frasa musim hujan, wet season atau rainy season, dan musim kering/panas dari frasa hot season' ataudry season’ dalam bahasa Inggris.

Bentuk penciptaan kata dalam Bahasa Indonesia antara lain berasal dari bahasa daerah. Cukup banyak kata-kata Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa daerah dapat kita temukan dalam kamus-kamus, KBBI, sebut saja kebyar (Jawa) yang berarti bergemerlapan.

Kata lampias ternyata berasal dari bahasa Jakarta yang berarti lancar dan deras mengalir (keluar), atau orang Lampung menyebut tikar kecil dengan lampik dan sebagainya. Masuknya kata dureng dalam kosa kata Bahasa Indonesia merupakan upaya pengembangan Bahasa Indonesia yang semakin terbuka.

Unsur-unsur kedaerahan dalam aneka bahasa etnik di bumi nusantara ini diambil sebagai penguat bahasa nasional sendiri dan pilar NKRI. Menurut Soenjono Dardjowidjojo ada tiga komponen dalam upaya pengembangan bahasa yaitu sintaktik, fonologi, dan semantik (Harian Kompas, 31 Oktober 1986).

Kosa kata tercakup dalam wilayah semantik. Menilik ulasan Soenjono Dardjowidjojo itu, kata dureng dapat dinilai memenuhi kriteria berdasarkan prinsip kebutuhan kata baru dalam Bahasa Indonesia dengan pertimbangan faktor konsep baru yang memiliki padanan kata yang persis sama dengan bahasa nasional musim hujan'. Jadi sama dengan katadureng’.

Pembiasaan dan pembudayaan kata dureng dalam pergaulan bahasa (komunikasi lisan dan tertulis) menjadi masalah akibat keterlanjuran penggunaan frasa `musim hujan’ di kalangan pengguna Bahasa Indonesia.

Kendala dalam usaha memperkenalkan pemakaian bahasa daerah, menurut Soenjono Dardjowidjojo, adalah daerah-daerah lain tidak mengenalnya. Ini tentu berlaku pada kata dureng yang hanya dikenal oleh orang Manggarai dan sekitarnya.

Teori linguistik mengatakan bahwa salah satu ciri bahasa ialah kebiasaan ( a habit). Yang pasti, para pemakai bahasa (penulis buku, novel, cerpen, guru, dosen, pegawai, penyiar) dan masyarakat luas tidak ragu-ragu menggunakan kata dureng baik secara lisan maupun tertulis.

Emily Dickinson, penyair kenamaan asal Amerika, membuat sebuah puisi definitif yang menarik tentang kata: a word is dead/when it is said/some say/ I say it just/begins to live/that day.

Definisi kata secara puitis ini adalah sesuatu (sebuah kata) mulai hidup ketika kata tersebut dipakai, meski pendapat lain mengatakan sebuah kata itu mati begitu ia diucapkan (digunakan).


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: